DORAEMON

Rabu, 15 Maret 2017

Empat Alasan Keeksistensian Warung Tegal


 
Sumber : wikipedia.org
Warung Tegal atau yang lebih dikenal dengan sebutan Warteg ini merupakan warung makan yang menyajikan banyak masakan rumahan yang rasanya sudah pasti Indonesia banget. Sesuai namanya, warteg ini berasal dari usaha orang Tegal yang kemudian sekarang ini mudah sekali kita jumpai bukan hanya di Tegal, tapi di daerah lain juga. Bukan hanya dari orang asli Tegal, tapi juga dari penjual daerah lain.

Dewasa ini, keberadaan warteg memang tak sebanyak dulu bisa kita jumpai.  Hal ini dikarenakan hadirnya beberapa tempat makan yang lebih dianggap keren. Seperti kafe, misalnya. Yang lebih menonjolkan sisi modernitas yang mengacu dari gaya orang-orang di luar sana.

Tapi, walaupun begitu, warteg tetap menjadi buruan tempat makan masyarakat Indonesia. Beberapa alasan ini membuat keeksistensian warteg patut diacungi jempol.

Pertama, warteg ini identik dengan harganya yang ekonomis.
Mengenyangkan, terjangkau dan sehat, membuat warteg biasanya selalu jadi buruan para pekerja dan mahasiswa rantauan. Oleh karena itu, warteg mudah ditemukan di sekitar kampus, perkantoran dan area kost-kost-an.

Kedua, cita rasanya yang khas, ‘Indonesia Punya.’
Dari semur sampai ke pepes, bau dedauanan hingga bau rempah-rempahnya. Menjadikan warteg mempunyai ciri sendiri yang melekat kuat di lidah orang Indonesia. Tak hanya itu, komposisi dari kematangan nasinya juga membuat warteg menjadi semakin sedap saat disantap.

Ketiga, ‘Branding’, karena namanya yang sudah melekat kuat.
Dari namanya, beberapa orang menganggap warteg ini adalah hasil dari cita rasa orang Tegal sana. Dulunya memang iya, tetapi dewasa ini, warteg bukan hanya menjadi milik Tegal. Tetapi milik Indonesia. Kini nama ‘Warteg’ bisa kita temukan di daerah lain. Seperti masakan padang yang tidak hanya ada di Padang. Uniknya lagi, meski bukan masakan Tegal, mereka tetap menamainya warteg. Seperti sudah mendarah daging. Antara warteg dan Indonesia.

Keempat, cara pemesanannya yang unik.
Seperti dilansir beberapa laman di Internet, cara makan di warteg ini memang terbilang cukup unik. Mereka hanya tinggal menyentuh kaca bagian depan tepat beberapa masakan tersaji. Seperti teknologi yang semakin canggih. Makan di warteg sama seperti menikmati fasilitas touch screen di layar handphone. Klik, langsung tersaji.


Mari budayakan makan masakan Indonesia. Cintai cita rasa Indonesia. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar